Jenis-jenis buku yang diakui DIKTI

Perbedaan terhadap berbagai jenis buku menurut ilmu kepustakaan sangatnya beragam. Untuk itu halaman ini akan membahas beberapa jenis-jenis buku yang dapat diakui dosen dan berguna bagi pengurusan kepangkatan dan administrasi dosen lainnya. Buku-buku ini termasuk dalam karya ilmiah yang dipublikasikan atau publikasi ilmiah. Berikut adalah beberapa jenis buku tersebut:

1. Buku Ajar

  1. Buku ajar adalah buku yang dibuat oleh pakar dibidangnya, bisa ditulis secara berkelompok oleh dosen.
  2. Isi buku ditujukan untuk membantu mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan.
  3. Terdapat insentif penyusunan buku ajar oleh DIKTI yang didanai hingga 18.500.000,-
  4. Bersumber dari hasil-hasil penelitian atau hasil dari sebuah pemikiran tentang sesuatu atau kajian bidang tertentu. Buku ajar juga dapat memuat panduan manual tentang bidang ilmu yang tertera sesuai tuntutan dari setiap institusi pendidikan.
  5. Dipergunakan oleh dosen dan mahasiswa saat proses belajar-mengajar dalam kelas.
  6. Gaya bahasa yang komunikatif dan semiformal agar mudah dipahami.
  7. Disusun menggunakan landasan pola struktur belajar yang fleksibel dan terstruktur.
  8. Menjelaskan tujuan pembelajaran secara instruksional.
  9. Tebal paling sedikit 40 halaman dengan format UNESCO.
  10. Ukuran 15 x 23 cm.
  11. ISBN dan editor bereputasi dan disebarluaskan.
  12. Tidak menyimpang dari Pancasila dan UUD 1945.
  13. Batas kepatutan 1 buku/tahun
  14. Contoh judul buku ajar: “Pemrograman terstruktur dengan bahasa C++”

2. Buku Monograf

  1. Monograf adalah buku yang digunakan untuk membedakan dengan terbitan berseri. Artinya buku monograf adalah terbitan tunggal yang hanya terbit satu jilid tidak berkelanjutan. Monograf adalah terbitan yang bukan terbitan berseri yang lengkap dalam satu volume atau sejumlah volume yang sudah ditentukan sebelumnya
  2. Berisi satu topik atau beberapa topik yang saling berkaitan dalam satu bidang ilmu
  3. Isi buku sesuai dengan kompetensi bidang ilmu penulis.
  4. Memenuhi kaidah ilmiah dan estetika keilmuah yang utuh (rumusan masalah yang mengandung nilai kebaharuan, metodologi pemecahan masalah, dukungan data atau teori mutakhir yang lengkap dan jelas, kesimpulan dan daftar pusaka)
  5. Isinya bukan diambil dari Disertasi atau tesis.
  6. Dapat ditelususi secara online (misalnya dipublikasi pada website perguruan tinggi)
  7. Biasanya ditulis oleh satu orang.
  8. Tebal paling sedikut 40 halaman (format UNESCO)
  9. Ukuran 15 x 23 cm
  10. Diterbitkan oleh Badan Ilmiah/ Organisasi/Perguruan Tinggi/ Penerbit Resmi
  11. ISBN dan editor bereputasi dan disebarluaskan.
  12. Tidak menyimpang dari Pancasila dan UUD 1945
  13. Batas kepatutan 1 buku/tahun

3. Buku Referensi

  1. didefinisikan sebagai suatu media yang memuat kumpulan informasi beserta fakta-fakta terkait dalam satu bidang ilmu pengetahuan. Dengan kata lain, buku referensi adalah buku yang memuat informasi ringkas dan padat.
  2. Titik berat penulisan lebih kepada jumlah data dan referensi data secara komprehen.
  3. Jangkauan pembaca lebih luas karena dapat dipergunakan oleh banyak orang
  4. Belum tentu menyajikan rangkuman pembahasan.
  5. Gaya bahasa yang termuat dalam buku tidak komunikatif, padat, dan formal.
  6. Biasanya dilengkapi dengan indeks-indeks alfabetis.
  7. Contoh buku ini memiliki sifat sepertikamus, ensiklopedia, handbook, direktori, guidebooks, almanac, peta, buku biografi, buku indeks dan abstrak, publikasi penelitian dan publikasi pemerintahan

Sumber:

Cara Menerbitkan Buku : Tiga Jenis Buku Standar Dikti Yang Wajib Anda Ketahui!


https://id.wikipedia.org/wiki/Monograf
dan rangkuman berbagai sumber lainnya.